Tes Kepribadian? Yang bener, ah!

ESFP?

Uh, ini serius nggak?

Kadang aku ngerasa kalau kepribadian seseorang itu hanya orang lain yang bisa menilai dengan persis dan akurat. Kenapa? Lu pada bisa ngebohongi tes kepribadian, tinggal ngawur aja nanti hasilnya gonta-ganti kok.

Lah jadi ENFP. Tapi cuma beda dikit sih.

Habis nyoba tes kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan dua kali hasilnya bikin sangsi. Kaya perbedaan sama yang real pada saya itu beda sekali.

Masih ingat sama perkataan bos aku dulu saat masih kerja di toko plastik di Prawirotaman (Tempatnya aku rahasiakan). Dia bilang kalau aku ini kaku sama orang yang baru ketemu. 

Jadi pramuniaga toko mah harus cerewet dan gampang baur sama konsumen baru. Kalau cuma textbook doang nggak spontan, konsumen gue pada kabur lah.

Dan guru kejuruan aku yang merangkap jadi guru seni rupa pun bilang sama seperti bosku kalau aku ini kaku gara-gara disuruh menggambar makhluk hidup yang ternyata itu tes psikologi. Kebetulan kalau nggak salah dulu nggambar orang cuman garisnya patah-patah. Dan di situlah guru aku membaca kepribadian aku.

Jujur, emang ketemu sama orang baru bisa nyapa tapi bingung mau lanjut ngomong sama dia tentang apa karena aku kalau ngomong pasti mikir keras biar nanti nggak salah topik dan bikin tengsin. Tapi kalau ketemu orang yang sreg, ya wasallamualaikum orang itu tak bombardir kecerigisan dari aku.

Tapi, di satu sisi, guru BK aku dulu mempermasalahkan aku yang yang blak-blakan dan spontan saat ngomong karena keceplosan ngomongin teman sekelas yang pacaran. Bahkan teman-temanku satu kelas saat smk juga begitu, tidak begitu suka dengan omonganku yang njeplak, keras, dan nada bicara yang seperti orang menantang. Oh, bosku yang di toko plastik itu juga tidak suka seperti temanku. Njuk, aku kudu piye, lik?
Sebenarnya teman-teman, hasil di tes kepribadian aku kan ESFP dan ENFP (untuk penjelasannya cari aja ya di google. Masa punya kuota banyak nggak mau inisiatif sendiri). Tapi entah aku merasa aku tidak se-ekstroved itu. Di pekerjaan baruku ini (Yang lagi-lagi jaga toko, lik) kepala shifku memprotesku kenapa udah seminggu masih diem aja, harusnya kamu aktif ngomong  dan tanya. Masa yang pegawai lama harus ngajarin semuanya, inisiatif dong. Tapi aku cuma jawab seperlunya aja karena aku tahu aku ini bukan tipe orang yang langsung wah ketika ketemu orang baru, yang langsung bisa gaul sama yang lainnya. Aku akan mengamati dulu orang-orangnya gimana, cara bekerjanya seperti apa dan lain-lain. Toh, nanti juga pada kaget sendiri kalau udah mengenal jauh diri aku. Memang, aku ngomong nggak terlalu lancar dan terkesan seperti textbook saat melayani pelanggan. Tapi aku yakin pasti bisa ngomong lebih baik lagi. Toh, nggak semua ekstroved itu pandai nyales dan tidak semua orang introved nggak bisa nyales, kan? Agak benci juga banyak orang yang beranggapan bahwa orang yang nggak pandai ngomong itu kuper alias kurang pergaulan. Bosku di toko plastik (Ya elah, dibahas lagi) pun bilang demikian. Ya walaupun bisa dibilang, temanku banyak cuma yang real itu sedikit.

So, buat yang baca ini dan menurut kamu ini orangnya extroved cuman ngomong masih blepotan, tenang masih banyak orang diluar sana yang sama nasibnya. Dan untuk kamu yang orangnya introved yang ngaku nggak bisa ngomong, santai lah bisa kok kalau berusaha. Nggak semuanya bisa instan, kan? Jangan hiraukan orang njeplak apa, karena orang itu belum kenal lebih dalam diri kamu. Dan satu lagi, jangn terlalu percaya tes kepribadian karena orang terdekatmu yang hanya bisa menilaimu secara benar.

Wassalamu’ alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Iklan

komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s