Sepedaku

Sepedaku, sudah berumur hampir 10 tahun *kira-kira*. Sebenarnya ini sepeda pakdheku yang sudah meninggal lalu dikasih sama bapak dan kemudian diturunkan kepadaku. Walaupun sudah tua, tapi sepedaku masih tetap prima. Sepedaku jarang kumandikan. :mrgreen:

Dia selalu menemaniku sekolah dan selalu ku andalkan untuk pergi kekota yang jaraknya lebih dari 10 km. Sebenarnya, aku agak minder dengan teman-temanku yang punya motor. Karena hanya aku yang memakai sepeda diantara seluruh siswa kelas 9 disekolahku dan sepedaku menjadi bahan bulan-bulanan untuk dirusak oleh temanku yang laki-laki. *hiks šŸ˜„

Sayang juga, besok saat aku masuk SMK dia akan ku gantikan dengan motor karena SMK disini sangat jauh sekali dan tak memungkinkan aku untuk gowes. Tapi, itu baru rencana. Tenanglah, Sepedaku! šŸ˜€

Iklan

11 thoughts on “Sepedaku

  1. mereka yg berusaha merusak sepedamu itu nggak tahu bgt kerennya bersepeda itu di Jerman sini, dan bgt sehatnya drpd naik motor, yg boros bensin dan tak ramah lingkungan šŸ˜›

    Suka

  2. jadi inget pas masih kecil… suka sepedahan. sekarang… gimana, wong surabaya lalu lintasnya padat skl. di kampung sj padat… apalagi di jl besarnya. maksudku padat dg kendaraan bermotor….

    Suka

  3. deviuta, tak perlu minder bersepeda, orang yg menjadikanmu bulan2an gara2 sepedamu itu sebenarnya adalah mereka yg pola pikirnya sangat jauh terbelakang (idiot) dan mengidap kelainan jiwa. tetap semangat! saya jg tiap hr berangkat kerja bersepeda hehehe….salam gowes! šŸ™‚

    Suka

komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s