Gergaji

Setiap gergaji berderik melengking mengatasi bunyi satwa,
Merintihlah hutan ke angkasa
Menggugah mereka yang lelap damai tidur di surga

Pohon-pohon dan semak saling bicara
Kapan gilirannya mengalirkan darah rebah ke lantai lumpur yang basah
Kita adalah bagian makhluk yang kalah
Tetapi tdidak bisa disingkirkan
Dan di basmi dari bumi ini

Setiap gergaji berderik melengking tinggi membelah sunyi
Langit turun mendekap dan menampung air mata kami
Di tumpahkan menjadi hujan dan bencana bumi
Prahara atau banjir menjalar sepanjang lembah-lembah ini
Tuhan telah mengutus langit
Tuhan telah mengutus awan
Dan tuhan telah mengutus bumi
Untuk menantang yang melawan takdir

Pohon-pohon perkasa rebah dengan gagah
Semak-semak meratapi pahlawan yang pergi
Kepada bumi dan daratan
Lembah menitipkan maaf atas kegatduhan yang tidak di ingini

Dedaunan dan ranting bedoa sejak pagi
Tugan semoga lindungilah wilayah kami
Dari keganasan gergaji dan algojo besi
Tubuh kami telah di koyak oleh ketajaman dan keganasan gergaji
Pisau raksasa telah mengadili tubuh kami,saudara-saudara kami,tetangga kami,rumpun kami
Yang selama ini engkau bimbing
Dan engkau tunjuki cara terbaik membangun keagungan belantara ini
Untuk memujamu ya tuhan!atas kehendakmu

(Diambil dari buku berjudul gergaji,karya slamet sukirnanto dengan perubahan seperlunya)

Iklan

2 thoughts on “Gergaji

    1. Amin.semoga hutan kita bisa terjaga sampai generasi berikutnya agar dapat dinikmati oleh semua oran.menindak tegas terhadap orang yang semena-mena merusak alam dan lingkungan

      Suka

komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s